Thursday, 4 July 2024

13 Juni 2021

    Mungkin bagi segelintir orang pengalaman ini biasa saja, tapi bagi gua ini sangat luar biasa. Bapak pernah bilang saat gua wisuda sarjana 6 tahun lalu. "Nak kamu sekarang sudah sarjana, jadikanlah gelarmu bermanfaat untuk orang lain". Tidak hanya tentang materi tapi juga bermanfaat secara sosial". Hal ini sangat terbesit di hati gua terlebih beliau selalu memberikan contoh untuk menolong sesama. Tepatnya pada tahun 2021 diulang tahun gua yang ke-23 tahun, gua ingin sekali merayakannya bersama orang-orang yang mengidap penyakit kanker. Hal ini dikarenakan tante tersayang gua mengidap kanker tulang belakang sehingga, penyesalan gua sampai detik ini yaitu tidak dapat melihat beliau sampai dipanggil sang kuasa kembali kesisinya di tahun 2015. Oleh karena itu, gua bersih keras untuk mewujudkan hal tersebut.


    Pada bulan Juni 2021, saat itu gua masih tinggal di Bandung Barat, sehingga gua melakukan observasi beberapa rumah singgah di Bandung. Terpilihlah "Rumah Kanker Ambu". Selepas kunjungan, gua sadar bahwa budget 1,5jt untuk dapat berbagi dengan mereka yang jumlanya lebih dari 30 orang sangatlah tidak cukup.
    Seketika gua terbersit untuk menggalang dana. Awalnya gua ragu karena beberapa bulan sebelumnya gua juga menggalang dana kecil-kecilan untuk anak tetangga kosan atau warga lokal untuk membeli sepatu bola beserta seragamnya setalah beberapa kali gua dapati ia hanya mampu melihat teman-temannya bermain bola dari kejauhan. Namun, gua percaya bahwa niat baik gua ini akan membuahkan hasil yang manis.
    Gua coba untuk mendemonstrasikan dengan 3 teman dekat gua yaitu Lutfi, Ani dan Fikri sehingga, mereka setuju untuk membantu sebagai panitia serba fungsi. Strategi pun gua rancang, dari membuat timetable, video konten (kamu tidak sendiri) yang gua cari-cari videonya udah gatau dimana hehe, publikasi di berbagai sosial media, konsep acara, budgeting dan lain sebagainya.
    Benar adanya 10 hari menuju tanggal 13, usaha yang gua lakukan belum membuahkan hasil. Walaupun begitu, beberapa teman turut membantu mempublikasikan video yang sudah gua buat. Hari demi hari berlalu, gua udah siap dengan plan B bilamana memang harus menggunakan 60% dari tabungan pribadi gua. Disaat itulah, tiba-tiba beberapa orang tua murid dari tempat kerja gua dulu, rekan kerja, beberapa dosen S1 serta teman-teman saya mengirimkan pesan ingin ikut berkontribusi. Sehingga di h-2 uang yang terkumpul berjumlah 7jt. Gua sangat bersukur dan terharu dengan diberi amanah dari puluhan orang yang mengirimkan uang tersebut. Sesuai dengan rencana dan kebutuhan mereka saat itu, gua membelikan kebutuhan sandang dan mainan anak-anak.
    Ahamdulillah, acara terselenggara dengan sangat bahagia, dengan bermain permainan berbagai umur, menari, menyanyi, berdoa, dan pemberian snack bucket untuk anak-anak yang berjumlah 20 orang. Hal yang membuat gua ingin menangis adalah, saat salah satu anak pengidap penyakit lupus memeluk tubuh gua dan berkata, "makasih ya kak udah mau main sama kita, kakak tau tidak, ini pertama kalinya aku dalam hidup mendapatkan snack bucket" dan ternyata satu bulan setelahnya saya mendapat kabar bahwa ia telah dipanggil sang maha kuasa.






2 comments:

  1. Tolong sampaikan terimakasih aku untuk bapak dan ibu, sampaikan pula bahwa bapak dan ibu sudah berhasil mendidik anak perempuan pertamanya ini menjadi anak yang luar biasa baik 🥺🤍

    ReplyDelete

13 Juni 2021